https://pin.it/X5Eif3UVU
Ketika kita berbicara tentang
kuliner tradisional Indonesia, biasanya yang terlintas di benak adalah makanan
berat seperti rendang, gudeg, atau sate. Namun, di balik keberagaman kuliner
nusantara yang kaya akan bumbu dan rempah, terdapat pula jajanan manis yang tak
kalah legendaris yang berasal dari salah satu kota kecil di Jawa Barat yaitu
Sukabumi.
Ketika kita mendengar kata
“Sukabumi”, pikiran kita mungkin langsung tertuju pada suasana pegunungan yang
sejuk dan udara yang segar. Namun, ada satu lagi hal yang membuat kota kecil di
Jawa Barat ini terkenal di seluruh Indonesia yaitu Mochi. Jajanan kecil
bertekstur kenyal ini telah menjadi oleh-oleh khas Sukabumi yang sangat dicari
wisatawan. Bukan hanya karena rasanya yang unik, tapi juga karena Mochi bukan
sekadar camilan. Ia adalah simbol budaya, warisan kuliner, dan kebanggaan kota
Sukabumi. Dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya yang manis, mochi mampu
memikat lidah siapa pun, dari anak-anak hingga orang tua.
Kata mochi berasal
dari bahasa Jepang yang mengacu pada kue berbahan dasar ketan yang ditumbuk
hingga lembut dan lengket, lalu dibentuk menjadi bola kecil. Mochi dalam budaya
Jepang digunakan dalam berbagai ritual keagamaan dan upacara tradisional. Di
Jepang, mochitsuki (tradisi menumbuk mochi) menjadi salah satu
simbol Tahun Baru. Namun demikian, mochi versi Sukabumi memiliki tekstur, rasa,
dan penggunaan yang berbeda. Isian kacang manis dan tekstur padatnya lebih
mencerminkan adaptasi terhadap selera masyarakat lokal daripada pelestarian
resep Jepang.
Nama “mochi” disematkan bukan
karena resepnya diambil langsung dari Jepang, tetapi karena:
- Makanan ini mirip secara visual dan tekstur dengan
mochi Jepang.
- Nama asing dianggap lebih menarik secara komersial.
- Ada kemungkinan terjadi percampuran budaya melalui pariwisata atau pengaruh Jepang pasca-perang dunia II.
Menurut Irman Firmansyah dari
Komunitas Dapuran Kipahare Sukabumi, makanan yang serupa mochi telah
dikenal oleh masyarakat Sunda jauh sebelum kolonialisme, yakni pada era
Kerajaan Sunda (sebelum abad ke-15). Makanan berbahan ketan yang manis dan
dibentuk bulat-bulat sering digunakan dalam berbagai upacara adat. Nama “mochi”
kemungkinan besar adalah hasil akulturasi dan penamaan ulang yang terjadi pada
masa modern.
Produksi mochi sebagai industri
rumahan dimulai sekitar tahun 1970-an di Gang Kaswari, Kecamatan
Cikole, Sukabumi. Tokoh penting dalam perkembangan ini adalah Engkus
Kuswandi, yang memulai usaha pembuatan mochi sekitar tahun 1983. Usahanya
diteruskan oleh anak-anaknya yang kemudian mendirikan merek Mochi
Lampion, yang menjadi pionir di sentra mochi Sukabumi. Gang Kaswari
kemudian berkembang menjadi sentra oleh-oleh khas Sukabumi yang dipenuhi
produsen mochi lokal seperti Bakat Jaya, Putra Mandiri, dan Mochi Kharisma.
Perbedaan Mochi Sukabumi dan
Mochi Jepang
|
Aspek |
Mochi Jepang |
Mochi Sukabumi |
|
Isian |
Biasanya polos atau kacang
merah (anko) |
Kacang tanah manis |
|
Warna |
Putih atau warna pastel |
Putih, hijau pandan |
|
Tekstur |
Lebih lembut dan kenyal |
Lebih padat dan sedikit kering |
|
Fungsi |
Makanan ritual, camilan musim
tertentu |
Oleh-oleh khas lokal |
|
Kemasan |
Plastik atau kotak kayu |
Keranjang bambu (“besek”) |
Mochi Jepang: https://www.google.com/search?gs_ssp=eJzj4tTP1TcwNKo0yDFgdGDw4snNT87IVMhKLUjMSwcAZAAH8w&q=mochi+jepang&oq=mochi+jepang&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUqBwgBEC4YgAQyCggAEAAY4wIYgAQyBwgBEC4YgAQyBwgCEAAYgAQyBwgDEAAYgAQyBwgEEAAYgAQyBwgFEAAYgAQyBwgGEAAYgAQyBwgHEAAYgAQyBwgIEAAYgAQyBwgJEAAYgAQyBwgKEAAYgAQyBwgLEAAYgAQyBwgMEAAYgAQyBwgNEAAYgAQyBwgOEAAYgATSAQgyMzExajBqN6gCFLACAfEFmyfjOOEopZHxBZsn4zjhKKWR&client=ms-android-samsung-ss&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8
Mochi Sukabumi
telah bertransformasi dari jajanan tradisional menjadi simbol kekuatan
ekonomi kreatif lokal. Ia mampu bertahan di tengah arus modernisasi dengan
mengedepankan dua hal penting: kualitas dan cerita. Cerita tentang
bagaimana mochi dibuat secara turun-temurun, hingga bagaimana ia menjadi bagian
penting dari setiap kunjungan ke Sukabumi.
Pemerintah
daerah pun mendorong pelaku UMKM mochi untuk terus berkembang melalui pelatihan
dan promosi dalam festival kuliner serta pameran nasional jadi Mochi bukan
hanya bagian dari budaya kuliner, tapi juga menjadi sumber penghidupan
bagi banyak pelaku UMKM di Sukabumi. Merek-merek seperti Mochi
Kaswari telah menjadi pionir dan ikon yang menunjukkan bahwa usaha
kecil dapat bertahan dan berkembang dengan menjaga kualitas serta inovasi.
UMKM pembuat
mochi kini aktif menggunakan media sosial, marketplace, dan platform
digital untuk memasarkan produknya. Beberapa bahkan mengembangkan
konsep mochi frozen agar tahan lebih lama dan bisa dikirim ke luar kota.
Mochi Sukabumi
bukan hanya enak, tapi juga penuh makna. Ketika kamu mencicipinya,
kamu tidak hanya menikmati rasa manis dan tekstur kenyal, tapi juga mencicipi
warisan budaya yang sudah dijaga puluhan tahun. Membeli mochi dari pelaku
UMKM lokal juga berarti kamu turut mendukung pelestarian budaya dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
https://pin.it/2iGkmLKoT
Mochi Sukabumi adalah hasil dari
proses panjang interaksi budaya. Ia mungkin berasal dari teknik kuliner
tradisional masyarakat Sunda dalam mengolah ketan. Namun, dalam prosesnya
mengalami penamaan ulang dan adaptasi dengan citra Jepang, sehingga menjadi
salah satu oleh-oleh khas paling dikenal dari Sukabumi.
Mochi
Sukabumi lebih dari sekadar oleh-oleh. Ia adalah perpaduan antara
tradisi, inovasi, dan identitas lokal. Dengan cita rasa legendaris yang tetap
bertahan di tengah zaman yang berubah, mochi membuktikan bahwa kuliner lokal
Indonesia memiliki tempat istimewa di hati masyarakat — dan tentunya, di lidah
para penikmatnya.
Jadi, jika
kamu belum pernah mencoba mochi Sukabumi, mungkin inilah waktunya. Satu gigitan
kecil, dan kamu akan memahami mengapa camilan sederhana ini begitu dicintai
dari generasi ke generasi.
📚 Daftar Pustaka
(APA Style)
Detikcom. (2022, Juli 19). Tangan pribumi yang
lahirkan Mochi Lampion di Sukabumi. https://www.detik.com/jabar/kuliner/d-6195690/tangan-pribumi-yang-lahirkan-mochi-lampion-di-sukabumi
Detikcom. (2022, Juli 18). Menilik sejarah mochi
yang jadi oleh-oleh khas Sukabumi. https://www.detik.com/jabar/kuliner/d-6194934/menilik-sejarah-mochi-yang-jadi-oleh-oleh-khas-sukabumi
Republika. (n.d.). Kue Mochi Khas Jepang Buatan
Sukabumi. https://visual.republika.co.id/berita/nqenvi/kue-mochi-khas-jepang-buatan-sukabumi
BBC Indonesia. (2015, Mei 27). Menilik sentra kue
mochi Sukabumi yang bantu angkat perekonomian. https://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/05/150527_majalah_bisnis_kue_moci
Pasundan Ekspres. (2023, April 17). Sejarah Mochi
Khas Sukabumi. https://www.pasundanekspres.co/2023/04/17/sejarah-mochi-khas-sukabumi/
Detikfood. (2022, Juli 20). Sukabumi Kota Mochi, Ini
2 Merek Legendaris Wajib Dibeli untuk Oleh-oleh. https://food.detik.com/berita-boga/d-6197244/sukabumi-kota-mochi-ini-2-merek-legendaris-wajib-dibeli-untuk-oleh-oleh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar